Nusantara

Bantuan Sapi Rp100 Juta di Telogopakis Dipertanyakan, Ketua Kelompok Ungkap Selisih Jumlah dan Persoalan Pembayaran

PEKALONGAN, globalaktual.my – Penyaluran bantuan ternak sapi senilai Rp100 juta kepada kelompok penerima manfaat di Desa Telogopakis, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, menjadi sorotan.

Pertanyaan muncul setelah Ketua Kelompok Ternak Arga Kencana, Iwan, mengungkap sejumlah hal yang menurutnya perlu diklarifikasi, mulai dari jumlah sapi yang diterima, jenis sapi yang didatangkan, hingga persoalan pembayaran kepada pedagang.
Iwan menyampaikan keterangannya saat dikonfirmasi pada Kamis (17/9/2026).

Menurut dia, kelompoknya memperoleh anggaran Rp100 juta yang bersumber dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk pengadaan sapi. Sementara kandang yang digunakan merupakan miliknya pribadi.

Iwan mengaku tidak terlibat langsung dalam penyusunan proposal bantuan. Ia menyebut dirinya hanya diminta melengkapi persyaratan, mencari anggota kelompok, dan menandatangani sejumlah dokumen.

“Saya memang tidak tahu cara membuat proposal atau mengajukan bantuan kepada pemerintah. Saya hanya tanda tangan, kalau ada surat yang kurang saya disuruh tanda tangan dan mencari anggota,” kata Iwan.

Menurut pengakuannya, setelah dana bantuan dicairkan, uang Rp100 juta tersebut diserahkan kepada Daryono, yang disebut sebagai Ketua Kelompok Ternak Cakra Buana. Iwan mengatakan dirinya mendapat informasi bahwa proses pembelian sapi harus dilakukan melalui pihak tertentu dan tidak boleh dilakukan sendiri oleh kelompok.

“Setelah uang cair, saya mengambil uang senilai Rp100 juta. Kemudian uang tersebut diminta Pak Daryono. Katanya kalau dibelikan sendiri bisa kena sanksi,” ungkapnya.

Iwan mengaku sempat menahan dana tersebut selama satu hari karena ingin memastikan mekanisme pembelian sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Namun, ia menyebut kemudian mendapat tekanan agar segera menyerahkan uang.
Karena merasa tidak memahami mekanisme pengadaan, Iwan akhirnya menyerahkan seluruh dana tersebut kepada Daryono untuk dibelikan sapi sesuai RAB.

Persoalan berikutnya muncul pada waktu pengadaan. Iwan mengatakan sapi yang semula dijanjikan akan dibeli dalam waktu satu hingga dua hari ternyata baru didatangkan sekitar tiga minggu setelah dana diserahkan.

Setelah pembelian dilakukan, tujuh ekor sapi kemudian tiba dan ditempatkan di kandang milik Iwan. Namun, sekitar satu minggu kemudian, empat ekor sapi ditarik kembali oleh pedagang.

“Awalnya sapi dikirim tujuh ekor, tetapi ditarik lagi sama juragannya (pedagang sapi) empat ekor. Katanya uangnya belum lunas,” ujar Iwan.

Kondisi tersebut kemudian menimbulkan pertanyaan dari Iwan karena menurut pengakuannya seluruh dana Rp100 juta telah diserahkan kepada pihak yang mengurus pembelian sapi.

“Padahal uang dari saya sudah saya kasih semua ke Pak Daryono,” katanya.

Selain masalah pembayaran, Iwan juga mempertanyakan spesifikasi sapi. Ia menyebut RAB mencantumkan sapi jenis Simental. Namun, menurut pengamatannya, sapi yang diterima kelompoknya memiliki karakteristik persilangan.

“Saya mintanya jenis sapi Simental karena RAB-nya Simental. Saya tidak mau tahu, harus dibelikan Simental. Yang datang itu menurut saya bukan Simental sesuai spesifikasi,” ujarnya.

Iwan juga menyebut terdapat perbedaan jumlah sapi antara RAB dan realisasi awal. Berdasarkan dokumen yang diketahuinya, kelompok Arga Kencana seharusnya memperoleh delapan ekor sapi. Namun, pada tahap awal hanya tujuh ekor yang didatangkan.

“Kalau di RAB jumlahnya delapan ekor, berarti masih kurang satu. Yang datang tujuh ekor,” katanya.

Setelah empat ekor sapi ditarik pedagang, Iwan menyebut kembali ada sapi yang didatangkan sehingga jumlah sapi di kandangnya kembali menjadi tujuh ekor.

Meski demikian, ia mengaku masih mempertanyakan apakah jumlah dan spesifikasi sapi tersebut telah sesuai dengan RAB.

Iwan berharap pihak terkait melakukan klarifikasi terhadap pengelolaan bantuan, terutama terkait Kelompok Ternak Arga Kencana dan Kelompok Ternak Cakra Buana.

“Tolong Pak Daryono diselidiki dan ditegur.Saya minta tolong disampaikan, ditelepon atau didatangi bagaimana. Yang perlu diklarifikasi itu kelompok saya dan kelompok Cakra Buana,” tuturnya.

Ia juga menyebut terdapat tiga kelompok yang menerima bantuan ternak sapi dan menurut pengakuannya proses pembelian dilakukan oleh Daryono. Namun, Iwan mengaku tidak mengetahui secara pasti realisasi bantuan pada kelompok lainnya.

“Kalau kelompok milik Daryono sendiri dibelikan delapan atau tidak, saya tidak tahu,” katanya.

Sementara itu, Daryono saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp terkait dugaan ketidaksesuaian penyaluran bantuan tersebut memberikan jawaban singkat.

“Sudah beres mas,” jawab Daryono.
Ketika dimintai penjelasan lebih lanjut mengenai jumlah sapi, penggunaan dana Rp100 juta, kesesuaian jenis sapi dengan RAB, serta alasan empat ekor sapi sempat ditarik pedagang, Daryono belum memberikan keterangan lanjutan.

Dengan adanya perbedaan keterangan tersebut, sejumlah hal terkait realisasi bantuan masih memerlukan klarifikasi dari pihak-pihak terkait, termasuk mengenai kesesuaian jumlah, spesifikasi sapi, mekanisme pembelian, serta penyelesaian pembayaran kepada pedagang.

Hingga berita ini disusun, belum diperoleh penjelasan lebih lanjut dari pihak berwenang mengenai hasil verifikasi terhadap bantuan tersebut. (H3n)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *