Utama

Ketua DPC Gerindra Sampaikan Duka Mendalam, Kenang Sosok H. Dadang Okta sebagai Pribadi Saleh dan Pekerja Keras

Pangandaran, global aktual – Kabar duka menyelimuti lingkungan keluarga, sahabat, dan kerabat atas wafatnya H. Dadang Okta pada Sabtu (19/4) sekitar pukul 15.30 WIB. Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam, termasuk bagi Ketua DPC Partai Gerindra, H. Ujang Endin Indrawan, yang mengaku sangat kehilangan sosok sahabat dekatnya tersebut.

Menurut Ujang Endin, ia pertama kali menerima informasi wafatnya almarhum pada sore hari. Kabar tersebut sempat membuatnya terkejut dan tidak percaya, mengingat sebelumnya tidak ada tanda-tanda yang mengarah pada kabar duka tersebut.

“Saya mendengar kabar itu sekitar pukul 15.30 WIB. Awalnya saya tidak percaya, karena beliau adalah sosok yang dikenal kuat dan penuh semangat,” ungkap Ujang Endin, Minggu (19/04/2026).

Untuk memastikan kebenaran informasi tersebut, Ujang Endin langsung bergegas menuju Klinik Iik, tempat di mana almarhum sempat dibawa. Setibanya di lokasi, ia mendapati bahwa kabar tersebut benar adanya, dan H. Dadang Okta telah dinyatakan meninggal dunia.

Tanpa menunda waktu, Ujang bersama keluarga almarhum kemudian mengurus proses pemulangan jenazah ke rumah duka. Ia juga turut mendampingi keluarga dalam proses awal hingga jenazah disemayamkan, sebagai bentuk empati dan penghormatan terakhir kepada sahabatnya.

Dalam keterangannya, Ujang Endin mengenang almarhum sebagai sosok yang saleh, gigih, dan pekerja keras. Menurutnya, H. Dadang Okta bukan hanya seorang sahabat, tetapi juga pribadi yang memiliki dedikasi tinggi terhadap keluarga dan lingkungan sekitarnya.

“Beliau adalah orang baik, sosok yang selalu berusaha keras dalam menjalani hidup. Saya mengenal beliau sebagai pribadi yang sederhana, tetapi penuh tanggung jawab dan keikhlasan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa almarhum juga dikenal luas di lingkungan sekitarnya sebagai pribadi yang mudah bergaul dan memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama. Hal tersebut membuat kepergian almarhum tidak hanya dirasakan oleh keluarga inti, tetapi juga masyarakat yang mengenalnya.
Sebagai bentuk penghormatan dan doa, Ujang Endin menyampaikan harapannya agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Ia juga mendoakan agar segala amal ibadah almarhum diterima serta dosa-dosanya diampuni.

“Kami semua mendoakan semoga almarhum diampuni segala dosanya, diterima amal ibadahnya, dan diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT,” tuturnya.

Lebih lanjut, Ujang juga memberikan pesan penguatan kepada keluarga yang ditinggalkan. Ia berharap agar keluarga diberikan ketabahan, kekuatan, serta keikhlasan dalam menghadapi cobaan tersebut.

“Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan kesabaran dan kekuatan. Terutama untuk putri-putrinya, semoga tumbuh menjadi anak-anak yang salehah dan bisa melanjutkan kebaikan almarhum,” imbuhnya.

Kepergian H. Dadang Okta menjadi kehilangan besar, khususnya bagi Ujang Endin Indrawan yang telah menjalin persahabatan erat dengan almarhum dalam waktu yang cukup lama. Ia pun menutup pernyataannya dengan ungkapan perpisahan penuh haru.

“Selamat jalan sahabatku, semoga surga Allah menjadi tempat terbaik untukmu,” ucapnya dengan penuh emosi.

Hingga saat ini, suasana duka masih menyelimuti rumah duka. Sejumlah kerabat, sahabat, dan masyarakat tampak terus berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir serta doa bagi almarhum. (Hrs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *