Utama

Wakil Wali Kota Lubuklinggau Hadiri Pembukaan Bazar Waisak, Perkuat Toleransi dan UMKM

Lubuklinggau, global aktual — Semangat kebersamaan dan toleransi antarumat beragama kembali terlihat dalam pembukaan Bazar Waisak Bersama yang digelar di Kampung Kerukunan, Klenteng Wie Teng Bio, Jalan Riau Nomor 61, RT 02, Kelurahan Taba Koji, Jumat malam (22/5/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Lubuklinggau, Rustam Effendi, sebagai bentuk dukungan Pemerintah Kota terhadap perayaan keagamaan sekaligus upaya memperkuat persatuan di tengah keberagaman masyarakat.

Bazar Waisak yang untuk pertama kalinya diselenggarakan oleh umat Buddha di Kota Lubuklinggau itu berlangsung meriah dan mendapat antusias tinggi dari masyarakat.

Selain menjadi rangkaian perayaan Hari Raya Waisak, kegiatan tersebut juga menjadi sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui keterlibatan puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Dalam sambutannya, Rustam Effendi menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai mampu mempererat hubungan sosial antarwarga tanpa membedakan agama, suku, maupun budaya.

Menurutnya, keberagaman merupakan kekuatan yang harus terus dijaga demi menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis dan damai.

“Melalui kegiatan seperti ini, masyarakat dapat semakin mempererat persaudaraan dan menjaga kerukunan dalam membangun Kota Lubuklinggau,” ujarnya.

Ia juga menilai Kota Lubuklinggau selama ini dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai toleransi. Karena itu, semangat kebersamaan dalam perayaan Waisak diharapkan dapat menjadi contoh positif bagi generasi muda.

Sementara itu, Ketua Perwakilan Umat Buddha Indonesia, Wandi, mengatakan Bazar Waisak Bersama merupakan kegiatan perdana yang terlaksana berkat dukungan berbagai pihak.

Ia mengungkapkan, sekitar 40 stan UMKM ikut meramaikan bazar tersebut, mulai dari pelaku usaha lokal hingga sektor perbankan, otomotif, kosmetik, dan kendaraan listrik.

Bazar Waisak Bersama berlangsung selama tiga hari, mulai 22 hingga 24 Mei 2026, setiap pukul 10.00 hingga 21.00 WIB. Panitia berharap masyarakat terus memadati lokasi bazar selama kegiatan berlangsung, khususnya pada akhir pekan.

Wandi juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Lubuklinggau atas dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.

Menurutnya, meski Wali Kota Lubuklinggau tidak dapat hadir karena sedang mengikuti kegiatan perkuliahan di Palembang, dukungan terhadap kegiatan tetap diberikan sepenuhnya.

Perayaan Waisak di Kampung Kerukunan Klenteng Wie Teng Bio menjadi simbol kehidupan masyarakat Lubuklinggau yang hidup berdampingan secara damai, saling menghormati, dan menjaga toleransi antarumat beragama.

Penulis: Separi
Editor: A Haris

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *