Jeje Wiradinata Dorong Perdamaian antara SPP dan Penyadap Karet, Ajak Tinggalkan Polemik
PANGANDARAN, globalaktual.my – Tokoh masyarakat Pangandaran sekaligus mantan Bupati Pangandaran dua periode, Jeje Wiradinata, mengajak seluruh pihak untuk mengakhiri berbagai persoalan yang selama ini terjadi dan membangun hubungan yang harmonis melalui silaturahmi.
Ajakan tersebut disampaikan Jeje dalam pertemuan yang berlangsung pada Jumat (24/7/2026). Pertemuan itu dihadiri perwakilan Serikat Petani Pasundan (SPP), tokoh masyarakat, tokoh desa, serta para penyadap karet yang selama ini terlibat dalam dinamika di wilayah setempat.
Dalam kesempatannya, Jeje menegaskan bahwa pertemuan tersebut menjadi momentum untuk membuka lembaran baru. Menurutnya, tidak ada lagi ruang untuk mempertahankan konflik atau saling menyalahkan.
“Hari ini kita sepakat untuk berdamai. Tidak ada lagi persoalan yang mengganjal di antara kita. Kita semua adalah sahabat. Kita tidak perlu lagi membahas siapa yang salah, tetapi bagaimana ke depan kita bisa bersama-sama membangun kebersamaan,” ujar Jeje.

Ia juga mengingatkan pentingnya sikap saling menghormati meski memiliki perbedaan pandangan. Menurutnya, perbedaan merupakan hal yang wajar dalam kehidupan bermasyarakat dan harus disikapi dengan bijaksana.
Jeje berharap seluruh pihak dapat bekerja sesuai perannya masing-masing tanpa lagi dibayangi konflik yang berlarut-larut. Ia juga menyinggung pentingnya memahami aturan, termasuk terkait kawasan konservasi, agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di kemudian hari.
Sementara itu, perwakilan yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa silaturahmi telah menghasilkan kesepahaman untuk mengakhiri polemik antara SPP dan masyarakat penyadap karet, khususnya di wilayah Bulukembung.
Mereka berharap pertemuan tersebut menjadi titik awal terciptanya hubungan yang lebih baik sehingga tidak ada lagi gesekan di masa mendatang. Seluruh pihak juga berkomitmen untuk saling membantu dan bekerja sama demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara bersama.
Pertemuan berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan diakhiri dengan kesepakatan untuk terus menjaga komunikasi serta mempererat silaturahmi sebagai langkah menjaga kondusivitas di wilayah Pangandaran. (Hrs)
