Tiga Rumah di Woja Dompu Hangus Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp200 Juta
DOMPU, globalaktual.my — Kebakaran menghanguskan tiga rumah warga di Dusun Rasanae, Desa Bakajaya, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (13/10/2026) sore. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 17.01 Wita itu mengakibatkan kerugian material diperkirakan mencapai Rp200 juta. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Petugas Polsek Woja bersama personel Polres Dompu, Brimob Yon C Kompi 2 Dompu, dan petugas pemadam kebakaran (Damkar) bergerak cepat melakukan penanganan setelah menerima informasi mengenai kebakaran tersebut.
Berdasarkan informasi awal, kebakaran diduga bermula ketika M. Ali Ahmad (72) sedang memasak air menggunakan kompor gas. Air di dalam panci disebut mengering hingga memicu percikan api. Api kemudian membesar dan merambat ke rumah-rumah di sekitarnya.
Warga yang mengetahui kejadian itu sempat berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Namun, kobaran api semakin membesar akibat tiupan angin dan jarak antarrumah yang berdekatan sehingga menyulitkan proses pemadaman awal.
Mendapatkan laporan tersebut, Kapolsek Woja IPTU Rachmat Ratri Anggoro, S.Psi., M.Psi., Psikolog, memerintahkan personel piket SPKT mendatangi lokasi untuk melakukan pengamanan sekaligus berkoordinasi dengan Polres Dompu dan Brimob Yon C Kompi 2 Dompu.
Sekitar pukul 17.28 Wita, mobil pemadam kebakaran, kendaraan Armoured Water Cannon (AWC) Brimob, dan kendaraan AWC Polres Dompu tiba di lokasi. Petugas gabungan kemudian berjibaku memadamkan kobaran api hingga berhasil mengendalikan dan memadamkan api sepenuhnya pada pukul 18.16 Wita.
Setelah proses pemadaman selesai, situasi di lokasi kejadian dilaporkan aman dan kondusif.
Akibat kebakaran tersebut, tiga rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat keparahan berbeda.
Rumah panggung milik M. Ali Ahmad beserta perabotan di dalamnya mengalami kerusakan berat dengan perkiraan kerugian mencapai Rp80 juta.
Sementara itu, rumah milik Saiful (62) mengalami kebakaran pada bagian dapur dengan estimasi kerugian sekitar Rp30 juta.
Adapun rumah milik Hasan Sadli (alm.) beserta perabotannya turut hangus terbakar. Kerugian akibat kebakaran rumah tersebut diperkirakan mencapai Rp90 juta.
Dengan demikian, total kerugian material akibat peristiwa tersebut ditaksir mencapai Rp200 juta.

Kapolsek Woja IPTU Rachmat Ratri Anggoro menyampaikan keprihatinan atas musibah yang menimpa tiga keluarga di Dusun Rasanae, Desa Bakajaya.
Ia bersyukur tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, meskipun kerugian material yang dialami para korban cukup besar.
“Kami turut berbelasungkawa dan prihatin atas musibah kebakaran yang dialami warga di Dusun Rasanae, Desa Bakajaya. Semoga keluarga yang terdampak diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini,” ungkap Rachmat.
Ia menjelaskan, personel Polsek Woja segera mendatangi lokasi setelah menerima laporan masyarakat untuk melakukan pengamanan serta berkoordinasi dengan unsur terkait guna mempercepat penanganan kebakaran dan menjaga situasi tetap kondusif.
Kapolsek juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan ketika menggunakan kompor gas maupun peralatan memasak lainnya.
“Kami mengingatkan masyarakat agar tidak meninggalkan kompor dalam keadaan menyala saat memasak. Pastikan api sudah dipadamkan setelah digunakan dan periksa kondisi peralatan gas secara berkala,” tegasnya.
Ia meminta masyarakat segera menghubungi petugas pemadam kebakaran apabila terjadi kebakaran serta menghindari tindakan yang dapat membahayakan keselamatan diri sendiri maupun orang lain.
Terpisah, Kapolres Dompu AKBP Sodikin Fahrojin Nur, S.I.K., melalui Kasi Humas Polres Dompu IPTU I Nyoman Suardika, turut menyampaikan keprihatinan dan belasungkawa kepada keluarga yang terdampak kebakaran.
Menurutnya, sinergi antara masyarakat, kepolisian, Brimob, dan petugas pemadam kebakaran berperan penting dalam penanganan kejadian tersebut.
“Kami berharap para korban diberikan ketabahan dan kekuatan untuk melewati musibah ini. Kami juga mengapresiasi respons cepat warga, petugas pemadam kebakaran, personel Polres Dompu, dan Brimob yang bersama-sama melakukan upaya pemadaman sehingga api dapat dikendalikan dan tidak menimbulkan korban jiwa,” ujar I Nyoman Suardika.
Lebih lanjut, ia mengimbau masyarakat Kabupaten Dompu untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama yang dipicu kelalaian saat memasak dan penggunaan peralatan rumah tangga.
Masyarakat diminta memastikan kompor dalam keadaan mati setelah digunakan, tidak meninggalkan masakan tanpa pengawasan, serta memeriksa instalasi dan peralatan gas secara berkala.
Apabila terjadi kebakaran, warga diimbau segera melaporkan kejadian kepada petugas pemadam kebakaran dan kepolisian agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.
Polres Dompu menegaskan bahwa kewaspadaan dan kepedulian bersama menjadi langkah penting untuk mencegah kebakaran serta melindungi keselamatan jiwa dan harta benda masyarakat. (nsrgtva)
