Pendidikan

Revitalisasi SMKN 2 Ciamis, Upaya Meningkatkan Kualitas Fasilitas Belajar

CIAMIS, globalaktual.my – Program revitalisasi sarana pendidikan di SMK Negeri 2 Ciamis, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas fasilitas belajar. Dengan anggaran sekitar Rp998 juta, pekerjaan menyasar sejumlah ruang kelas dan laboratorium. Namun, beragam kebutuhan perbaikan bangunan membuat sekolah harus menyesuaikan prioritas dengan anggaran yang tersedia.

Ketua Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SMKN 2 Ciamis, Elis Lisnawati, S.Pd., menjelaskan bahwa pelaksanaan revitalisasi mencakup beberapa massa bangunan dengan lingkup pekerjaan yang telah disesuaikan berdasarkan perencanaan dan kemampuan anggaran.

Berdasarkan keterangannya, pekerjaan pengecatan meliputi tujuh ruang kelas yang difokuskan pada bagian eksterior serta dua laboratorium komputer yang mencakup bagian eksterior dan interior.

Di balik pelaksanaan pekerjaan tersebut, sekolah masih memiliki kebutuhan perbaikan sarana lainnya, termasuk pembenahan atap dan plafon yang perlu mendapat perhatian dalam upaya menjaga kelayakan fasilitas pendidikan.

Elis mengungkapkan, pihak sekolah sebenarnya berharap program revitalisasi dapat menjangkau lebih banyak bagian bangunan, tidak hanya bagian luar, tetapi juga interior ruang kelas dan fasilitas penunjang lainnya.

Sekolah bahkan telah mencoba menghitung kembali Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk mengakomodasi pekerjaan tambahan. Namun, berdasarkan keterangannya, kebutuhan tersebut belum seluruhnya dapat dipenuhi melalui anggaran yang tersedia.

“Sebetulnya kami ingin seluruh bagian bangunan bisa diperbaiki, termasuk interior. Kami juga sudah mencoba menghitung ulang RAB untuk interior dan beberapa kebutuhan lainnya. Namun, anggaran yang tersedia ternyata belum mencukupi,” ujar Elis.

Kondisi tersebut memperlihatkan adanya kebutuhan untuk menentukan skala prioritas dalam pelaksanaan revitalisasi. Dengan anggaran yang terbatas, setiap pekerjaan harus disesuaikan dengan perencanaan agar pelaksanaannya tetap memenuhi ketentuan teknis.

Sekolah juga berharap kebutuhan perbaikan pada satu massa bangunan dua lantai yang memiliki delapan ruang kelas dapat menjadi perhatian dalam perencanaan pengembangan sarana pendidikan berikutnya.

Selain pengecatan, kebutuhan perbaikan atap dan plafon menjadi bagian penting dalam pembahasan kondisi sarana SMKN 2 Ciamis.

Atap dan plafon merupakan komponen bangunan yang berperan dalam melindungi ruang belajar serta menunjang kenyamanan kegiatan belajar mengajar. Kerusakan pada bagian tersebut perlu ditangani berdasarkan hasil pemeriksaan teknis dan tingkat kerusakannya.

Elis menyampaikan bahwa saat pemeriksaan bangunan, terdapat sejumlah bagian yang diketahui mengalami kerusakan. Namun, penanganan lebih lanjut perlu mempertimbangkan lingkup pekerjaan yang telah direncanakan dan ketersediaan anggaran.

Karena itu, perlu dipastikan apakah rehabilitasi atap dan plafon termasuk dalam paket revitalisasi senilai Rp998 juta atau menjadi kebutuhan pemeliharaan yang memerlukan penanganan tersendiri.

Kejelasan tersebut penting agar informasi mengenai jenis pekerjaan yang dibiayai program revitalisasi tidak tercampur dengan kebutuhan perbaikan lain yang belum masuk dalam perencanaan.

Dalam pelaksanaan program, Elis menjelaskan bahwa pekerjaan harus mengacu pada RAB dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan. Perhitungan pekerjaan menggunakan analisis harga satuan pekerjaan (AHSP) dari kementerian.

Perencanaan teknis juga melibatkan tenaga perencana yang memiliki sertifikasi sesuai persyaratan.

Berdasarkan pengamatannya pada pekan sebelumnya, Elis memperkirakan progres pekerjaan telah mencapai sekitar 16 persen. Angka tersebut merupakan perkiraan berdasarkan kondisi yang dilihatnya saat itu, sehingga perkembangan fisik terbaru masih perlu dikonfirmasi.

Selain itu, pihak sekolah telah mengikuti bimbingan teknis terkait program revitalisasi dan menerima sosialisasi mengenai pendampingan dari kejaksaan.

Mengenai pencantuman institusi pendamping pada papan informasi proyek, Elis menyatakan bahwa pihak sekolah belum menerima instruksi tambahan mengenai pemasangan informasi tertentu di luar yang telah tersedia.

Program revitalisasi sarana pendidikan tidak hanya dinilai dari terlaksananya pekerjaan fisik, tetapi juga dari kesesuaian hasil pekerjaan dengan perencanaan dan kebutuhan sekolah.

Dalam konteks revitalisasi SMKN 2 Ciamis, kejelasan lingkup pekerjaan, rincian penggunaan anggaran, spesifikasi material, serta hasil pemeriksaan kondisi bangunan menjadi informasi penting untuk memastikan pelaksanaan program dapat dipertanggungjawabkan.

Dengan anggaran sekitar Rp998 juta, masyarakat tentu berharap pekerjaan revitalisasi memberikan manfaat nyata bagi kegiatan pendidikan. Di sisi lain, kebutuhan yang belum terakomodasi, termasuk perbaikan atap dan plafon apabila berada di luar lingkup pekerjaan, perlu dicatat sebagai bahan evaluasi bagi pihak terkait.

Pada akhirnya, keberhasilan revitalisasi SMKN 2 Ciamis seluruh pekerjaan yang dianggarkan dilaksanakan sesuai spesifikasi, transparan, dan memberikan manfaat optimal bagi lingkungan sekolah. (RIS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *