Pendidikan

Festival Anak Saleh Indonesia XIII Tingkat Kecamatan Sadananya Diikuti 120 Santri, Siapkan Delegasi ke Tingkat Kabupaten

CIAMIS, globalaktual.my – Sebanyak 120 santri dari tiga jenjang pendidikan, yakni Taman Kanak-kanak Al-Qur’an (TKA), Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), dan Ta’limul Qur’an Lil Aulad (TKIA), mengikuti Festival Anak Saleh Indonesia (FASI) XIII tingkat Kecamatan Sadananya. Kegiatan ini menjadi ajang mempererat silaturahmi antarlembaga pendidikan Al-Qur’an sekaligus menjaring santri terbaik untuk mewakili Kecamatan Sadananya pada tingkat Kabupaten Ciamis.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Panitia LPPTKA-BKPRMI Kecamatan Sadananya tersebut dibuka secara resmi oleh Camat Sadananya Armina, S.TP., M.P., Sejumlah unsur pemerintahan dan organisasi turut hadir dalam kegiatan pembukaan, di antaranya Danposramil, Kapolpos, Ketua MUI, Ketua PGRI, perwakilan Abdesi, PPDI, serta jajaran BKPRMI Kabupaten Ciamis.

Pelaksanaan perlombaan dipusatkan di tiga lokasi, yakni panggung utama Gedung Islamic Center, MTs An-Nur, dan Pesantren Miftahul Ulum. Pembagian lokasi dilakukan untuk menunjang kelancaran pelaksanaan berbagai cabang perlombaan.

Dalam festival tahun ini, peserta mengikuti sejumlah cabang lomba yang disesuaikan dengan jenjang pendidikan masing-masing. Untuk jenjang TKA terdapat delapan cabang lomba, meliputi tartil Al-Qur’an, adzan dan ikamah, peragaan salat, ikrar dan kuis keislaman, terjemah Al-Qur’an, kisah Islami, cerdas cermat Al-Qur’an, mewarnai gambar, serta ceramah agama Islam.

Sementara itu, jenjang TPA dan TKIA masing-masing mempertandingkan tujuh cabang lomba. Kategori perlombaan disesuaikan dengan kemampuan dan usia peserta. Pada jenjang tersebut, cabang mewarnai diganti dengan menggambar. Selain itu, terdapat cabang tilawah untuk jenjang TKIA, sedangkan TPA mengikuti cabang tartil Al-Qur’an.

Panitia menetapkan juara pertama, kedua, dan ketiga pada setiap mata lomba. Selain penghargaan perorangan, kompetisi ini juga memperebutkan predikat juara umum sebagai bentuk apresiasi terhadap lembaga yang memperoleh prestasi terbaik.

Koordinator LPPTKA Kecamatan Sadananya, Maksum Abdul Ghani, menjelaskan bahwa penyelenggaraan FASI memiliki tujuan penting, terutama dalam membangun kebersamaan antarlembaga pendidikan Al-Qur’an serta mempersiapkan santri berprestasi.

“Tujuan yang pertama tentu untuk menjalin silaturahmi di antara lembaga-lembaga yang ada di Kecamatan Sadananya. Saat ini jumlahnya mencapai 36 unit TKA-TPA. Yang kedua, untuk menghasilkan peserta atau santri terbaik yang nantinya menjadi utusan atau delegasi ke tingkat kabupaten,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, FASI tingkat Kabupaten Ciamis direncanakan berlangsung pada akhir November mendatang. Oleh karena itu, pelaksanaan di tingkat kecamatan menjadi tahapan penting untuk menyeleksi peserta yang dinilai memiliki kemampuan terbaik pada masing-masing cabang lomba.

Adapun batas usia peserta disesuaikan dengan jenjang pendidikan. Untuk TKA, usia maksimal peserta tujuh tahun, sedangkan TPA maksimal 12 tahun dan TKIA maksimal 15 tahun.

Meski secara umum seluruh lembaga turut berpartisipasi, terdapat satu hingga dua lembaga yang tidak mengirimkan peserta pada beberapa cabang perlombaan. Hal tersebut bukan disebabkan tidak adanya santri, melainkan karena keterbatasan peserta yang memenuhi persyaratan usia pada kategori lomba tertentu.

Ketua Pelaksana FASI XIII Kecamatan Sadananya, Aus Sutawijaya, berharap kegiatan tersebut mampu melahirkan santri-santri terbaik yang dapat mengharumkan nama Kecamatan Sadananya pada kompetisi tingkat kabupaten.

“Harapannya, dengan digelarnya festival atau kegiatan ini di tingkat kecamatan, mudah-mudahan bisa menghasilkan peserta terbaik dari yang baik. Kemudian, pada tingkat kabupaten nanti, kami berharap Kecamatan Sadananya bisa meraih juara umum. Itu yang menjadi target kami,” tuturnya.

Selain berorientasi pada prestasi, ia juga mengingatkan seluruh peserta agar menjadikan perlombaan sebagai pengalaman berharga untuk meningkatkan kemampuan dan kepercayaan diri.

“Pesan saya untuk anak-anak yang hari ini tampil, tetap semangat. Walaupun kita tidak juara saat ini, kita masih punya harapan di masa yang akan datang. Keberhasilan dan kegagalan adalah bagian dari proses. Anak-anak yang menjadi juara jangan jumawa, sedangkan yang belum juara jangan berkecil hati,” pesannya.

Melalui penyelenggaraan FASI XIII ini, panitia berharap kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana pembinaan generasi Qur’ani yang berakhlak mulia, memiliki kecintaan terhadap Al-Qur’an, serta mampu mengembangkan potensi dan kemampuan keislaman sejak usia dini. (RIS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *